Berita & Event
Update terbaru seputar kebijakan pemerintah, agenda pariwisata, dan kegiatan PHRI Jawa Timur.
PHRI Korwil Surabaya Kejar Sertifikasi Halal, Perkuat Daya Saing Hotel dan Restoran Jelang Batas Wajib 18 Oktober 2026
SURABAYA – Badan Pimpinan Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya bergerak cepat mendorong para pelaku usaha hotel dan restoran untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal nasional.Langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi intensif mengenai sertifikasi halal bagi sektor akomodasi dan kuliner. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PHRI Surabaya membantu anggotanya memahami proses, persyaratan, hingga mekanisme pengurusan sertifikat halal menjelang batas waktu kewajiban yang ditetapkan pemerintah pada 18 Oktober 2026.Sosialisasi yang diikuti sekitar 20 anggota aktif PHRI Korwil Surabaya tersebut digelar di Midtown Hotel, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Senin (28/9/2026).Dalam kegiatan tersebut, PHRI Surabaya menggandeng Halal Center Mathla'ul Anwar, lembaga yang memiliki pengalaman dalam pendampingan proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan berskala besar.Materi sosialisasi secara khusus membahas alur sertifikasi halal untuk sektor perhotelan dan restoran. Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah aspek penting yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha sebelum memperoleh sertifikat halal.Kewajiban sertifikasi halal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Dalam penerapannya, pelaku usaha perlu memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan jaminan produk halal sesuai dengan regulasi yang berlaku.Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta dalam sosialisasi adalah mengenai biaya pengurusan sertifikasi halal.Penyelia Halal dari Mathla'ul Anwar, Siska Putri, menjelaskan bahwa komponen pembiayaan dalam proses sertifikasi halal pada dasarnya memiliki struktur yang jelas dan transparan."Memang terdapat biaya administratif yang wajib dibayarkan oleh pelaku usaha. Namun, seluruh nominal tersebut merupakan tarif resmi yang ditetapkan terbuka oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dan bisa diakses langsung oleh publik," kata Siska.Menurutnya, sertifikasi halal tidak semata-mata harus dipandang sebagai kewajiban administratif. Lebih dari itu, sertifikasi halal dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi keberlangsungan dan pengembangan bisnis.Jaminan halal, kata Siska, dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen terhadap makanan dan minuman yang disajikan oleh hotel maupun restoran.Penjelasan mengenai biaya juga disampaikan oleh perwakilan Mathla'ul Anwar lainnya, Wisnu Wardana. Ia menjelaskan bahwa variasi biaya dalam proses sertifikasi dapat berasal dari jasa konsultan pendamping atau penyelia halal.Jasa tersebut antara lain mencakup pendampingan teknis sejak proses awal, penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga proses penerbitan sertifikat resmi oleh otoritas yang berwenang.Sementara itu, Sekretaris BPD PHRI Jawa Timur sekaligus Ketua Harian PHRI Korwil Surabaya, Puguh S. Sutrisno, mengapresiasi antusiasme para anggota yang mengikuti kegiatan sosialisasi.Menurut Puguh, pemahaman mengenai sertifikasi halal menjadi semakin penting bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran. Sebab, proses sertifikasi tidak hanya berkaitan dengan produk akhir yang disajikan kepada konsumen, tetapi juga menyangkut keseluruhan proses bisnis."Keabsahan sertifikat ini nantinya akan mencakup pembuktian menyeluruh. Mulai dari asal-usul bahan baku, proses pengolahan di dapur, hingga mata rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi," jelas Puguh.Ia menilai pemahaman tersebut penting bagi pelaku usaha hotel dan restoran agar proses pemenuhan sertifikasi halal dapat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Puguh yang dalam kesehariannya juga dikenal sebagai Manajer Linden Tower Apartment Surabaya menambahkan, PHRI memiliki peran penting dalam memberikan informasi dan mendorong anggotanya agar lebih siap menghadapi penerapan regulasi sertifikasi halal.Di sisi lain, perkembangan sektor pariwisata ramah muslim atau halal tourism juga menjadi peluang yang perlu diperhatikan oleh industri perhotelan dan restoran.Tren perjalanan wisatawan muslim terus berkembang di berbagai negara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi hotel dan restoran untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas pasar, termasuk dalam menjangkau wisatawan muslim atau moslem travelers.Hotel dan restoran di Surabaya yang telah memenuhi standar dan memiliki sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan industri pariwisata.Melalui sosialisasi tersebut, PHRI Korwil Surabaya mendorong para anggota untuk tidak menunda proses pemenuhan sertifikasi halal. Selain sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi, sertifikasi halal juga diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing industri hotel serta restoran di Kota Surabaya.Dengan semakin dekatnya batas waktu 18 Oktober 2026, PHRI Korwil Surabaya menegaskan pentingnya kesiapan para pelaku usaha dalam memahami dan memenuhi seluruh tahapan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.
RAKERDA BPD PHRI JAWA TIMUR HASILKAN 4 PROGRAM KERJA
PROBOLINGGO — Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari, Rabu–Kamis, 16–17 September 2026, di Lava View Hotel, kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Rakerda diikuti oleh seluruh Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolda Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimcam Kecamatan Sukapura.Diawali RapimdaRangkaian Rakerda diawali dengan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) PHRI Jawa Timur yang diikuti para Ketua dan Sekretaris BPC PHRI se-Jawa Timur. Rapimda dilaksanakan di Lava View Hotel dengan agenda membahas berbagai permasalahan dan tindak lanjut hasil Rakerda PHRI Jawa Timur tahun 2025 yang sebelumnya digelar di Grand Whiz Hotel, Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 6–7 Agustus 2025.Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, mengatakan Rakerda tahun 2026 memiliki tantangan tersendiri, terutama dengan adanya pemberitaan mengenai kebakaran di kawasan Gunung Bromo.“Rakerda yang dilaksanakan di Bromo ini hampir saya batalkan karena adanya berita masif terkait kebakaran di Gunung Bromo. Mereka hanya melihat dari satu sisi saja, tidak melihat di mana sebetulnya terjadinya kebakaran,” ujar Dwi Cahyono.Ia menjelaskan, lokasi kebakaran yang diberitakan tersebut berada di kawasan Jemplang, dekat Malang, dan cukup jauh dari lokasi pelaksanaan Rakerda.“Kebakarannya sesungguhnya di Jemplang dekat Malang, jauh dari lokasi Rakerda,” jelasnya.Menurut Dwi, pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan informasi secara langsung mengenai kondisi destinasi wisata dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.Bromo Jadi Pilihan StrategisKetua Pelaksana Rakerda PHRI Jawa Timur 2026, Bambang Priambodo, mengatakan pemilihan kawasan Bromo sebagai lokasi Rakerda merupakan pilihan yang strategis.Selain menjadi tempat untuk membahas berbagai program organisasi, pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi destinasi wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat kembali dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.“Pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo menjadi pilihan lokasi yang sangat strategis. Selain membahas program kerja, kami juga ingin memastikan kawasan wisata TNBTS sudah bisa dikunjungi wisatawan asing maupun domestik,” kata Bambang.PHRI Award 2026Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Gala Dinner yang berlangsung di Lantai 8 Hotel Manis Ae. Dalam kesempatan tersebut, BPD PHRI Jawa Timur juga memberikan PHRI Award 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap BPC dan tokoh yang dinilai memberikan kontribusi dalam organisasi PHRI Jawa Timur.Terdapat 10 kategori penghargaan yang diberikan, yaitu:BPC Terkreatif: BPC Kota BatuBPC Terkompak: BPC Kota MalangBPC Peserta Terbanyak: BPC MagetanBPC dengan Anggota Terbanyak: Korwil SurabayaBPC dengan Perkembangan Tercepat: BPC Mojokerto RayaBPC dengan Data Terakurat: BPC KediriBPC dengan Korwil Teraktif: Korwil JemberBPC Teraktif: BPC Kota MadiunLifetime Achievement: Herman MarjonoLifetime Achievement: Panjang SuhartojoPemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya PHRI Jawa Timur untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja, kreativitas, partisipasi, dan kontribusi seluruh jajaran organisasi.Rakerda Hasilkan Empat Program Kerja 2027Memasuki hari kedua, Rakerda BPD PHRI Jawa Timur membahas dan menetapkan sejumlah agenda organisasi serta program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.Dari hasil pembahasan Rakerda, ditetapkan empat program kerja utama yang diperuntukkan bagi seluruh BPC PHRI di Jawa Timur.Empat program tersebut meliputi:Pertama, Program Bimbingan Teknis dan Pelatihan Perhotelan Gratis bagi Anggota PHRI. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia anggota PHRI dan dilengkapi dengan sertifikat PHRI.Kedua, Pelaksanaan Aplikasi Marketplace PHRI. Aplikasi ini disiapkan sebagai sarana untuk mendukung kebutuhan anggota PHRI sekaligus memperkuat ekosistem usaha dan jejaring antaranggota.Ketiga, Bantuan dan Fasilitasi Perizinan Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka). Program ini menjadi bentuk dukungan PHRI kepada anggota dalam proses pemenuhan dan fasilitasi berbagai kebutuhan perizinan usaha.Keempat, Rekomendasi BPP PHRI mengenai Sertifikat Bintang bagi Hotel-Hotel. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk membantu hotel anggota PHRI dalam memenuhi kebutuhan kerja sama dengan dinas maupun instansi pemerintah.Perkuat Peran PHRI bagi Industri Pariwisata Jawa TimurDengan ditetapkannya empat program kerja tersebut, Rakerda BPD PHRI Jawa Timur 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pembahasan organisasi, tetapi menjadi pijakan untuk menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.Program pelatihan, digitalisasi marketplace, fasilitasi perizinan, serta rekomendasi sertifikasi hotel menjadi bagian dari langkah PHRI Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas dan daya dukung pelaku usaha perhotelan, restoran, dan kafe di Jawa Timur.Pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo juga memberikan pesan bahwa industri pariwisata harus terus bergerak, beradaptasi, dan membangun optimisme di tengah berbagai tantangan.Dengan berakhirnya Rakerda BPD PHRI Jawa Timur 2026, seluruh BPC PHRI se-Jawa Timur diharapkan dapat membawa hasil kesepakatan tersebut ke daerah masing-masing dan mengimplementasikannya secara bersama-sama. Empat program kerja yang telah ditetapkan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota PHRI dan perkembangan industri pariwisata Jawa Timur pada tahun 2027.
Baca Selengkapnya →
Herman Maryono Raih PHRI Award 2026 Lifetime Achievement, Dedikasi Panjang untuk PHRI dan Pariwisata Jawa Timur
PROBOLINGGO — Sosok Herman Maryono, yang juga dikenal dengan nama Herman Soemarjono atau Ir. Herman Soemarjono, mendapat penghargaan PHRI Award 2026 kategori Lifetime Achievement dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, yang berlangsung di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Rabu–Kamis, 16–17 September 2026.Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Herman dalam memajukan PHRI serta industri pariwisata di Jawa Timur, khususnya melalui kiprahnya dalam organisasi dan dunia usaha pariwisata di Kota Malang.Herman merupakan salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam industri perhotelan dan organisasi PHRI. Ia pernah dipercaya memimpin Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kota Malang dan aktif dalam berbagai dinamika perkembangan industri perhotelan dan restoran di Kota Malang.Di dunia usaha, Herman juga dikenal sebagai pemilik atau pengelola Splendid Inn, salah satu hotel yang memiliki sejarah dalam perkembangan industri akomodasi di Kota Malang.Konsisten Mendorong Kemajuan HospitalityDalam perjalanan kiprahnya di industri pariwisata, Herman dikenal memberikan perhatian terhadap pentingnya kualitas pelayanan atau hospitality. Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya destinasi dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada wisatawan.Pandangan tersebut menjadi salah satu bagian dari kontribusinya dalam mendorong pelaku industri pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan.Selain aktif dalam organisasi dan dunia usaha, Herman juga dikenal sebagai sosok yang kritis dalam menyampaikan pandangan terkait berbagai persoalan industri pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan sektor perhotelan di Kota Malang.Salah satu persoalan yang pernah menjadi sorotannya adalah mengenai tingkat hunian atau okupansi hotel. Herman mempertanyakan klaim mengenai tingginya tingkat okupansi hotel apabila tidak menggambarkan kondisi rata-rata hunian secara riil.Pandangan kritis tersebut juga terlihat dalam sikapnya terhadap pertumbuhan jumlah kamar hotel di Kota Malang. Herman pernah mendorong pemerintah daerah agar lebih selektif dalam memberikan izin pembangunan hotel baru untuk mengantisipasi terjadinya kelebihan pasokan (over-supply) yang dapat berdampak pada persaingan usaha di sektor perhotelan.Sikap tersebut menunjukkan perhatiannya terhadap keberlanjutan industri perhotelan serta kondisi para pelaku usaha yang telah lama menjalankan bisnisnya di Kota Malang.Penghargaan atas PengabdianPemberian PHRI Award 2026 Lifetime Achievement menjadi bentuk penghormatan PHRI Jawa Timur terhadap perjalanan panjang Herman Maryono dalam organisasi dan industri pariwisata.Penghargaan ini tidak semata-mata diberikan atas posisi yang pernah diembannya, tetapi juga sebagai apresiasi atas kontribusi, gagasan, perhatian, dan pengabdiannya terhadap perkembangan PHRI serta industri perhotelan dan pariwisata.Bagi PHRI Jawa Timur, keberadaan tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi panjang merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi. Pengalaman dan gagasan para senior menjadi referensi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun industri pariwisata yang semakin profesional dan berkelanjutan.Lifetime Achievement PHRI Award 2026 untuk Herman Maryono menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang seorang pelaku industri yang tidak hanya berkarya di dunia usaha, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membangun organisasi dan menyuarakan kepentingan industri pariwisata di Jawa Timur.Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan industri pariwisata dibangun melalui kontribusi banyak pihak—termasuk para tokoh yang telah mendedikasikan waktu, pemikiran, dan pengabdiannya untuk kemajuan PHRI dan pariwisata Jawa Timur.
Baca Selengkapnya →
PHRI Jawa Timur Matangkan Persiapan Rakerda XVIII Tahun 2026 di Probolinggo
Kabupaten Malang – Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PHRI Jawa Timur ke XVIII Tahun 2026 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Warung Belik, kawasan Museum Panji, Tumpang, Kabupaten Malang. Rapat ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Rakerda yang akan digelar pada 16–17 September 2026 dapat terlaksana dengan baik. Hadir dalam rapat tersebut jajaran Pengurus BPD PHRI Jawa Timur, yakni Ketua Dwi Cahyono, Sekretaris Puguh Sugeng Sutrisno, Bambang Priambodo, Yuni, Hana, dan Rumadhono Sumanto. Turut hadir Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo Rofiq Ali Pribadi serta General Manager Hotel Manis Ae, Anton Soekamto.Rapat dipimpin langsung oleh Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono. Dalam arahannya, Dwi menyampaikan bahwa Rakerda PHRI Jawa Timur ke XVIII Tahun 2026 telah resmi ditetapkan akan diselenggarakan di Hotel Lava View dan Hotel Manis Ae, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Mengusung tema "Transformasi Ekosistem Pariwisata untuk Peningkatan Pertumbuhan Hotel dan Restoran", kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu–Kamis, 16–17 September 2026. Menurutnya, tema tersebut menjadi refleksi sekaligus komitmen PHRI Jawa Timur dalam mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran di tengah dinamika perkembangan industri yang semakin kompetitif.Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rakerda PHRI Jawa Timur ke XVIII Tahun 2026, Bambang Priambodo, memaparkan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan beserta susunan acara yang telah disiapkan. Hari pertama akan diawali dengan registrasi peserta di Hotel Lava View, dilanjutkan Rapat Pimpinan (RAPIM) PHRI Jawa Timur yang diikuti Ketua dan Sekretaris BPC se-Jawa Timur, proses check-in peserta, hingga Gala Dinner di Hotel Manis Ae yang akan dirangkai dengan presentasi sponsor, PHRI Awards 2026, serta hiburan. Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan Opening Ceremony, B2B Business Matching & Exhibition, presentasi sponsor, istirahat dan check-out, kemudian pelaksanaan Rapat Kerja Daerah yang diikuti seluruh peserta hingga penutupan kegiatan.Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pengurus dan panitia berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan Rakerda PHRI Jawa Timur ke XVIII Tahun 2026 sebagai forum strategis dalam merumuskan program kerja organisasi sekaligus memperkuat sinergi antar anggota PHRI di Jawa Timur. Diharapkan pelaksanaan Rakerda di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan lancar, sukses, serta menghasilkan berbagai rekomendasi yang mampu mendorong transformasi ekosistem pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan industri hotel dan restoran di Jawa Timur. (***rkm)
Baca Selengkapnya →
BROMO JADI KANDIDAT KUAT, BPD PHRI JAWA TIMUR MATANGKAN RENCANA RAKERDA 2026
SURABAYA – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Timur mulai membidik kawasan wisata internasional Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, sebagai lokasi pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026. Pemilihan destinasi eksotis ini diharapkan dapat memberikan atmosfer baru sekaligus menjadi momentum strategis untuk mendongkrak pariwisata daerah. Meski demikian, pihak internal PHRI Jatim menegaskan bahwa agenda besar ini masih dalam tahap penggodokan intensif demi memastikan pelaksanaannya berjalan sempurna.Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dan memilih untuk mematangkan segala persiapan melalui forum internal terlebih dahulu. "Kami dari BPD PHRI Jawa Timur akan melaksanakan rapat terlebih dahulu untuk membahas rencana Rakerda PHRI Jawa Timur Tahun 2026 ini. Karena sifatnya masih rencana, dalam waktu dekat segera kita lakukan rapat koordinasi dengan teman-teman pengurus lainnya," ujar Dwi saat memberikan keterangan mengenai arah kebijakan organisasi ke depan.Sesuai dengan linimasa yang dirancang, hajatan akbar para pengusaha hotel dan restoran se-Jawa Timur ini ditargetkan bergulir pada bulan Agustus 2026 mendatang. Sebagai bentuk sinergi dan pembagian tugas yang solid, Dwi Cahyono juga memastikan bahwa tongkat komando kepanitiaan lokal akan diserahkan langsung kepada tuan rumah. Nantinya, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Probolinggo yang akan ditunjuk secara resmi sebagai ketua pelaksana untuk mengawal seluruh rangkaian acara di lapangan.(rkm)
Baca Selengkapnya →